Malam….Hujan….Debur Ombak…..

Standard

Fenomena alam yang paling indah dan mampu membuat saya selalu merindukan kehadirannya. Malam menciptakan keheningan yang mampu menambah kekhusyuan. Hujan menghadirkan kesegaran dan membuat konsentrasi saya meningkat. Debur ombak melagukan irama deru yang teratur ditemani semilir angin yang lembut menghasilkan daya hypnotize yang menenangkan hati.

Bagaimanakah Terjadinya?

Malam terjadi dimana Sang Pencipta mengendalikan Matahari dan Bumi dalam pola-pola tertentu, dibuat sistemnya, dibuat alirannya, dan disisipkan beberapa misteri pada bagian tertentu yang semakin membuktikan keagungan-Nya. Berdasarkan pengamatan pesawat ruang angkasa, Bumi yang kita tempati ini bulat dan selalu berputar. Perputaran Bumi pada porosnya disebut rotasi. Sementara nun jauh disana, ada matahari dan bulan yang masing2 mempunyai garis edarnya mengelilingi bumi. Perputaran ini sangat teratur, hingga saat bola bumi yang menghadap matahari akan terang, tetapi yang membelakanginya terlihat gelap, di bagian inilah malam terjadi. Matahari dan bulan masing2 mempunyai garis edar sendiri, saling berkejar-kejaran tetapi tidak mungkin saling bertubrukan.

Quran 36:37-40
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan, dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

Hujan terjadi dari air di bumi seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air.  Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan.  Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal.  Akibat angin atau udara yang bergerak pula awan-awan saling bertemu dan membesar menuju langit / atmosfir bumi yang suhunya rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air.  Karena berat dan tidak mampu ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi (proses presipitasi). Karena semakin rendah suhu udara semakin tinggi maka es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air, namun jika suhunya sangat rendah maka akan turun tetap sebagai salju. Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, namun juga bisa berbentuk embun dan kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi jika bertemu dengan udara yang kering, sebagian hujan dapat menguap kembali ke udara. Bentuk air hujan kecil adalah hampir bulat. Hujan besar memiliki kecepatan jatuhnya air yang tinggi sehingga terkadang terasa sakit jika mengenai anggota badan kita.

Debur ombak terjadi akibat adanya perbedaan kadar garam/salinitas diantara level kedalaman air. Karena perbedaan kadar garam ini, maka menyebabkan istilahnya arus (baik vertikal maupun horizontal). Akibat adanya pergerakan arus ini juga mempengaruhi permukaan air yang ada di atas, sehingga menyebabkan pergerakan, yang akhirnya kita sebut sebagai ombak.
Selain itu, ombak juga dipengaruhi oleh adanya tekanan angin, serta perbedaan suhu di level kedalaman. Sehingga umumnya laut nampak lebih berombak ketimbang danau, karena dipengaruhi oleh kadar garam serta hembusan angin. Pada kecepatan bertiup 1,5 km per jam, angin itu menyebabkan permukaan laut diliputi oleh kerut-kerut air yang kecil-kecil, apabila kecepatan angin di bawah 750 m per jam tidak membawa kesan pada permukaan laut, tiupan angin itu tetap ditampung oleh layar sampan, dan sampan tetap melaju, namun permukaan laut tidak dipengaruhinya. Pada kecepatan 3 km per jam ke atas akan terjadilah apa yang disebut dengan gravity waves dan inilah yang dalam istilah sehari-hari disebut dengan gelombang. 

Bagaimanakah Menikmatinya

Saya menikmati malam dengan berwudhu dan melakukan sholat malam serta memanjatkan do’a pada-Nya dengan penuh kekhusyuan serta pengharapan dan penyerahan diri yang mendalam.

Saya menikmati hujan dengan duduk di tepi jendela, memandang keluar dan sesekali menuliskan segala ide dan rencana dalam hidup yang terlintas, ditemani secangkir kopi/teh hangat serta iringan lagu yang menenangkan dan menambah konsentrasi berfikir saya.

Saya menikmati deru ombak di pagi hari, duduk di hangatnya pasir di tepi pantai, mendengarkan derunya yang mampu menenangkan hati sambil menyaksikan tingkah polah ombak yang menghampiri pantai dan cara orang2 menikmati ombak – terkadang mereka lari menghindarinya, ada pula yang menerjangnya, beberapa menyusuri tepinya mencari kerang cantik yang terbawa ombak – 

Ali ‘Imran ayat 191:

Alladziena yazkuruna Llaha qiyaman wa qu’udan wa ‘ala junubihim wa yatafakkaruna fie khalqi ssamawati walardhi, rabbana ma khalaqta hadza bathilan subhanaka faqina ‘adzaba nnar.

Yaitu mereka yang dzikir kepada Allah dalam keadaan berdiri, atau duduk, atau berbaring, dan berpikir tentang kejadian (benda-benda) langit dan bumi, kemudian berucap: Ya Maha Pengatur kami, tidaklah Engkau ciptakan semuanya ini dengan percuma, maka peliharalah kami dari azab neraka.

WaLlahu a’lamu bishshawab. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s