Akal Pikiran (dan,atau,vs) Hati Nurani?

Standard

Manusia dikaruniai akal pikiran dan hati nurani.

Namun saat mengatasi suatu masalah, mana nih yang berperan? Akal Pikiran DAN Hati Nurani….Akal Pikiran ATAU Hati Nurani….Akal Pikiran VERSUS Hati Nurani……

Akal Pikiran berkaitan dengan rasio, logika, intelektualitas. Memaksimalkan akal pikiran salah satunya dapat dilihat pengaruhnya pada inovasi dan kemajuan teknologi, mampu mengefisienkan dan mengefektifitaskan hidup, namun akal pikiran yang terus dikembangkan tanpa peran hati nurani dapat kita lihat dalam penciptaan bom atom yang mampu memusnahkan umat manusia dalam sekejap, kalo kebablasan saya khawatir manusia bisa menganggap dirinya Tuhan, krn bisa menciptakan manusia lewat bayi tabung dan juga mampu memusnahkan manusia. Naudzubillah mindzalik.

Hati Nurani terkait dengan rasa, sensitifitas, simpati dan empati. Memaksimalkan hati nurani mampu menciptakan toleransi antar sesama manusia, kedamaian dan keharmonisan hidup bermasyarakat, namun rasa yang terus dikembangkan  tanpa batasan akal pikiran dapat membuat kita dikuasai oleh perasaan, jadi sensitif, terlalu peka sehingga kadang melakukan tindakan yang bodoh, memalukan  dan tidak logis. Salah satunya saat seseorang ditinggal oleh kekasihnya (saya teringat reality show di TV edisi Sabtu 18 Oktober 2008). Seorang perempuan yang mencari kekasihnya yang menghilang tanpa kabar meminta bantuan tim Reality Show tersebut untuk mencari jejak kekasih hatinya, saat diketahui bahwa kekasihnya telah memiliki kekasih baru, pingsanlah si perempuan, kemudian saat si pria berhasil ditemui sedang bersama dengan kekasih barunya itu di pinggiran jalan ibukota, histerislah si wanita di hadapan si pria…di hadapan masyarakat yang sedang berada disekitar tempat kejadian dan bahkan dihadapan kamera stasiun TV swasta yang acaranya ditonton sejuta umat hingga seluruh dunia….Naudzubillah mindzalik.

Timbul pertanyaan di benak saya, saat kita hadapi suatu maslah, peran siapa yang lebih kita utamakan, akal pikiran atau hati nurani? Kemudian saya iseng diskusikan dengan seseorang, ia jadi teringat bahwa ada ulama yang mengatakan ‘saat kau hadapi masalah, tanyakan hati nuranimu’ , namun menurutnya yang paling pas akal pikiran dan hati nurani harus seimbang……

Yup, saya setuju, akal pikiran dan hati nurani memang harus seimbang…….saat akal pikiran kita melambung tinggi, hati nurani mengikatnya untuk tetap down to earth …namun saat nurani menjalar kemana-mana, akal pikiran memagari agar tetap logis dan tidak melakukan kebodohan yang memalukan. Akal pikiran dan hati nurani dikaruniakan Allah kepada kita bukan untuk diadu, tapi untuk saling melengkapi, saling menjaga agar tetap seimbang, seiring dan sejalan.

Kemudian bagaiman menjaga keseimbangan ini??? Tentu saja banyak2 berdo’a dan biarkan Allah yang membimbing kita untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Teringat akan petuah yang disampaikan oleh Ustad Anton Medan “Menjaga Hati Menjadi Fikir, Menjaga Fikir Menjadi Dzikir dan Menjaga Dzikir dapat meningkatkan Taqarubillah”, it mean dalam menyikapi segala sesuatu tanyakan apa yang kau rasakan……(rasa berhubungan dengan Hati Nurani), kemudian sesuaikan dengan logika /akal pikiran yang dibatasi oleh dzikir.

Hmmmhh….ngomong-ngomong soal membatasi ‘rasa’, jadi teringat akan film Laskar Pelangi, saat Ikal merasakan kesedihan saat ditinggal oleh Aling, kemudian sebagai sahabat, Mahar mengingatkan agar tidak terlalu larut dalam Asmara…..

Mari menyusun seroja bunga seroja
Hiasan sanggul remaja puteri remaja
Rupa yang elok dimanja jangan dimanja
Pujalah ia sekadar sekadar saja

……………………

Jangan kau percaya asmara
Dengan asmara
…………………….

Marilah kita bersama
Menghindar dosa
Marilah kita bersama
Membela agama

Pujalah ia sekadar saja….jangan kau percaya asmara, lebih baik menghindar dosa dan bersama membela agama. Masih soal asmara, sebait syair dari Restu Bumi yang dinyanyikan oleh DEWA 19, “seorang bijak kan memahami, cinta bukan dicari…..diraih, cinta pun hadir sendiri…”

Hmmmm…..Orang yang bijak pastinya mampu menjaga keseimbangan hati nurani dan akal pikiran, memahami bahwa cinta bukan dicari tapi cinta akan hadir sendiri, mungkin seperti benih yang ditebar pada lahan kosong, apabila lahan itu sesuai untuk si benih, maka benih itu akan tumbuh kuat, kokoh dan subur serta dapat menghasilkan daun yang rindang dan buah yang dapat dinikmati oleh siapapun yang berteduh dibawah rindangnya, namun jika lahan itu tidak cocok untuk benih yang ditebarkan, maka benih tetaplah benih yang tidak menghasilkan apa-apa. Tidak perlu di beri pupuk atau disiram, apalagi di kawin silang atau dibonsai agar mendapatkan hasil yang memuaskan dan tampilan yang indah….Semua itu tidak perlu, biarkan tumbuh secara alami….biarkan tumbuh atas kehendak Illahi.

Kok tulisan ini jadi ngelantur kemana-mana yaaa…….ini tuh ngomongin akal pikiran, hati nurani atau rasa cinta sih???

Maaf kalo pembaca bingung dan kecewa, dalam tulisan ini tidak ada kesimpulan, semua saya serahkan pada pembaca, saya hanya menulis apa yang terlintas pada pikiran sebagai proses dari belajar, karena memang blog ini tercipta sebagai media untuk MENCATAT apa saja sebagai proses belajar………CIAO

3 thoughts on “Akal Pikiran (dan,atau,vs) Hati Nurani?

  1. erwin

    hal ini yg sekarang sedang saya fikirkan tapi blum dapat di pecahkan, sehingga cukup menggangu hidup saya.. jadi mohon satu kesimpulan-nya .. itu pasti sangat bermanfaat buat saya…

  2. Salam hangat.
    Artikel ini lumayan membantu memberikan kita nilai-nilai norma akan keagamaan, bagaimana cara kita menghadapi masalah dengan bijak, antara akal pikiran dan hati nurani. Setiap manusia pasti akan mempunyai masalah, untuk mengatasinya pun kita harus dengan hati-hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s