Global Warmning

Standard

Read This Fact!!

  • Laut Arktik dikenali sebagai samudera es. Sejak tahun 1980, samudera es yang terletak di wilayah Eropa telah mencair antara 20-30 persen.
  • Pegunungan Alpens yang tadinya sebagian besar diselubungi salju mengalami kemerosotan deposit salju yang parah. Delapan dari sembilan area gletser/glacier menunjukkan derajat kerusakan yang signifikan dan dalam kurun waktu satu abad sudah kehilangan sepertiga dari wilayah es.
  • Puncak Jaya, Papua, satu-satunya daerah pegunungan tinggi di Indonesia yang memiliki salju., pada tahun 1972 masih memperlihatkan puncak gunung yang hampir seluruhnya diselimuti salju, sekarang puncak gunung itu hanyalah berisi bebatuan dan pepohonan belaka.
  • Bahkan diperkirakan Tahun 2040 lapisan es kutub-kutub bumi akan meninggi, menghapus garis pantai dan bikin penduduk di pesisir terpaksa mengungsi. Dan   ribuan pulau rendah di seluruh dunia dipastikan tenggelam!!
  • Saat ini, 24 pulau di Indonesia dan beberapa pulau di Kepulauan Seribu sudah hilang tenggelam. Hilang dari perpetaan

Pencairan es adalah "harga mahal" yang harus dibayar manusia akibat pemanasan global . Suhu bumi meningkat 0,15-0,3 derajat celcius per tahun, kalau terus naik sampai 2 derajat, es di kutub utara dan selatan akan mencair lebih cepat lagi.

Wuuiihhh……Apa yang musti kita lakukan????

Berbagai upaya kampanye untuk mengatasi global warming makin gencar dilakukan. Misalnya artis berbakat, Bunga Citra Lestari yang mencoba menggugah kesadaran soal global warming . dan mengkampanyekan agar perilaku kita sehari-hari yang menimbulkan efek buruk terhadap lingkungan dirubah, seperti gunakan air dan listrik seperlunya, jangan membeli dan menggunakan bahan-bahan yang tidak bisa dicerna tanah, dan tanam tanaman.

Musisi dan pelaku bisnis Setiawan Djody juga berkampanye lewat album baru "Opera Raksasa Biru" yang berisikan sebuah pesan "Warning! Global Warming". Selain album, Djody juga berniat melanjutkan kampanyenya lewat sebuah buku yang akan menjelaskan tentang dampak pemanasan global serta video yang akan berisi tentang "bagaimana sekarang orang Eskimo mencari ikan salmon di padang pasir". (Halah…jadi promosiin dia dech…)

 

WWF-Indonesia yang merupakan Non Government Organization(NGO) / LSM yang berfokus pada lingkungan hidup juga melakukan kampanye sejak 2007 dan menggelar sejumlah aktivitas di beberapa mal di Jakarta, WWF ingin memberikan informasi dan persuasi kepada masyarakat bahwa pemanasan global terjadi karena ulah manusia, dan saat ini sudah saatnya kita memikirkan pola hidup sehat dan lestari.

 

Buanyagh buangeth cara kampanye yang dilakukan tentang global warming….

Sampai2 harian ekonomi terkemuka di INDONESIA juga bikin kampanye tentang global warming ini dengan menggelar lomba iklan cetak layanan masyarakat GAGAS AWARD 2008, yang mengangkat tema “Saatnya mengurangi Penggunaan Kantong Plastik”

Para Insan kreatif diajak buat menyerukan “Kurangi penggunaan kantong plastik. SEKARANG!”

J urinya gak main2 lho…mereka udah gape banget di bidang iklan dan media cetak, antara lain:

1. Ahmad Djauhar, Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia

2. Amrie Z Noor, Chairman MAD Communication

3. Budiman Hakim, Executive Creative Director Macs909

4. Narga Shakri Habib, Chairman Cabe Rawit Group/Ketua Umum PPPI

5. Triawan Munaf, Chairman/Creative Advisor Euro RSCG AdWork!

Hadiahnya???

Gila maannn…..bisa buat beli laptop paling canggih!!!

Tapi terlepas dari tantangan mendapat pengakuan dari dewan juri yang aje gile atopun tergiur hadiah uang tunai puluhan juta, cobalah para insan kreatif luruskan niat untuk mengikuti Gagas Award ini sebagai panggilan hati untuk mengajak masyarakat mengatasi global warming yang makin menggila.

So…kawanku semua….jangan pernah menyerah untuk terus berkampanye atau mendengarkan kampanye tentang global warming ini, apapun bentuk kampanye-nya, nyooookkk kita sama-sama merubah kebiasana hidup untuk mengatasi global warming ini.

Insya Allah akan ada efek positif kalo kampanye itu gak cuma didenger aja tapi juga diresapi dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

2 thoughts on “Global Warmning

  1. wah, themes-nya cocok nih…
    warmning?
    warming ato warning? coz kalo warmning kayanya ga ada di kamus, atao emang gabungan dari warning dan warming, jadinya warmning..

    ach sudahlah, yg penting bukan aming…😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s